11 November 2020 10:40:51
Ditulis oleh Admin

Musyawarah Masyarakat Desa Terkait Hasil Survey Mawas Diri ( SMD )

prunggahanwetan-semanding.desa.id Musyawarah Masyarakat Desa atau MMD terkait kesehatan oleh Puskesmas Semanding telah dilaksanakan Senin (9/11) di Balai Desa Prunggahan Wetan. Musyawarah ini akan membahas terkait masalah yang timbul di masyarakat Desa Prunggahan Wetan kemudian akan didiskusikan juga terkait solusinya, sebagai dasar Musrenbangdes di tahun 2022 mendatang.

Dalam kesempatan kali ini hadir Kepala Puskesmas Semanding drg. Sulemi, beserta tim, Bidan Desa Ernik Lida Wijaya, serta para kader desa. Perangkat Desa, serta para tokoh masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam musyawarah tersebut.

Sekretaris Desa Prunggahan Wetan, Nur Wahyuningtyas D.H yang mewakili Kepala Desa menuturkan,” Dalam hal ini kita akan menjalani musyawarah yaitu kita cari permasalahan apa yang timbul di sekitar kita, kemudian kita akan cari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut.”

Kepala Puskesmas Semanding, drg. Sulemi dalam sambutannya,” Setelah kita temukan masalahnya kita akan cari solusi. Sedangkan hasil MMD ini jangan berhenti sampai di sini saja. Hasil MMD akan menjadi dasar perencanaan di tahun 2022.”

Hasil Survey Mawas Diri (SMD) yang telah dikerjakan oleh 7 kader desa selama 2 hari yaitu tanggal 19-20 Oktober lalu diterapkan pada 210 kepala keluarga, kemudian dipaparkan oleh kader dan didengar dengan seksama oleh peserta musyawarah. Kader yang ditunjuk adalah saudari Supiyati.

Dalam hasil SMD tersebut ditemukan 5 masalah diantaranya :

  1. Anggota keluarga membuang sampah di tempat terbuka ( 98% )
  2. Anggota keluarga yang merokok ( 51% )
  3. Anggota keluarga usia remaja tidak ikut posyandu remaja ( 42 % )
  4. Banyak yang masih menggunakan KB Hormonal ( 37% )
  5. Pembuangan limbah kamar mandi di selokan terbuka ( 31% )

Ada 2 masalah yang diangkat dalam musyawarah tersebut, yaitu anggota keluarga usia remaja tidak ikut posyandu remaja serta anggota keluarga membuang sampah di tempat terbuka. Solusi untuk permasalahan terkait remaja, didapat dengan membuat base camp remaja, menggalakkan kembali posyandu remaja. Untuk sampah, permasalahannya dikarenakan ketidaktahuannya masyarakat terhadap pengolahan sampah. Solusinya dengan memotivasi masyarakat untuk menyediakan  tempat sampah tertutup dan diadakannya edukasi terkait pengolahan sampah organik dan anorganik untuk dapat dijadikan bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.

( NWDH )



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus