11 November 2020 09:47:17
Ditulis oleh Admin

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor MWCNU oleh Bupati

prunggahanwetan-semanding.desa.id Tanah Eks Makam Santri yang bertempat di Dusun Taragan, Desa Prunggahan Wetan yang sebelumnya sudah resmi diserahkan kepada pengurus MWCNU Kecamatan Semanding, rencananya akan diawali dengan dibangunnya kantor MWCNU. Pembangunan Kantor tersebut akan dimulai sesudah prosesi peletakan batu pertama.

Peletakan batu pertama pembangunan Kantor MWCNU Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban telah dilaksanakan pada kemarin tanggal 3 Nopember 2020. Peletakan batu pertama yang dipimpin oleh Bapak Bupati Tuban ini, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh panitia. Cuaca yang tidak menentu memaksa panitia untuk kerja ekstra, dikarenakan medan yang licin karena hujan yang mengguyur di malam hari sebelumnya.

Ketua MWCNU, Agus Ulin Nuha dalam sambutannya,” Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Desa Prunggahan Wetan dan perangkatnya yang telah membantu hingga kita sudah sampai pada titik ini.” Dalam kesempatan ini juga beliau menceritakan sedikit sejarah terkait Warunggahan yang merupakan cikal bakal dari makam santri tersebut.

Pengurus NU Cabang Tuban, Didik Purwanto, M.Pd, M.Si juga mengapresiasi kepada panitia pembangunan MWCNU, kemudian kepada Kepala Desa Prunggahan Wetan. “Seminggu lagi sertifikat sudah masuk atas nama MWCNU,” jelasnya.

Didik juga menambahkan,” Modal yang kita punya ada 100 juta, kita maksimalkan bareng-bareng. Tinggal 1 lagi yaitu proposal pembangunan segera dibuatkan,karena sudah ditunggu Bupati, mumpung masih ada waktu.” terangnya.

Bupati Tuban, K.H. Fathul Huda mengatakan,” terima kasih atas partisipasi untuk NU. Mudah-mudahan kantor yang akan dibangun bisa berjalan dengan lancar, tidak hanya pada saat peletakan batu pertama tapi sampai jadi kantornya. Semoga tidak sampai 1 tahun.” Beliau juga menambahkan untuk bantuan pribadi dari bupati ditawarkan kepada panitia. Panitia mau memilih keramik atau atap. Tentunya pilihan diserahkan kepada panitia sesuai kebutuhan pembangunan nantinya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan doa oleh K.H. Abdul Matin Jawahir, pimpinan pengasuh Pondok  Pesantren Bejagung dan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati dan para pejabat lain dilanjutkan setelahnya.

( NWDH )

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus