Sejarah Desa

Setiap Desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing, demikian halnya dengan Desa Prunggahan Wetan. Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut kemulut, sehingga sulit dibuktikan kebenarannya secara fakta.

Asal muasal Desa Prunggahan Wetan sebenarnya tidak ada yang namanya Desa Prunggahan Wetan. Dari sebuah legenda Desa Prunggahan Wetan mempunyai beberapa tempat sejarah yang diantaranya yaitu Makam Patih Barat Ketigo dan Makam Adipati Dandang Wacono.

Dahulu ada seorang patih dari Kerajaan Mojopahit yang bernama Patih Gajah Mada, menurut cerita Patih Gajah Mada diperintahkan oleh Sang Prabu Hayamwuruk untuk menjemput anaknya yang bernama Pangeran Sudimoro yang belajar agama Islam di Kasunanan Bejagung, berangkatlah Patih Gajah Mada untuk menjemput pangeran Sudimoro, akan tetapi pangeran Sudimoro menolak dan ingin tetap mempelalajari ilmu agama Islam dengan meminta bantuan kepada Sunan Bejagung. Selanjutny Sunan Bejagung menggaret tanah disekitar kasunanan, para tentara Majapahit tidak bisa menembus dan membawa pangeran Sudimoro kembali ke kerajaan, semua pasukan gajah dijadikan batu oleh  Sunan Bejagung.

Setelah gajah-gajah dari Majapahit menjadi batu, semua pasukan kembali dan melapor kepada Sang Prabu Hayamwuruk, kemudian sang prabu memerintahkan Patih Gajah Mada yang terkenal dengan ilmu Barat Ketigo untuk meneliti dan mencoba kesaktian Sunan Bejagung.

Berangkatlah Patih Gajah Mada tanpa bala tentara, ia menyamar dan menggunakan nama Barat Ketigo. Ia mengaduk air laut Tuban sampai keruh dan berpura-pura mencari ikan dodok untuk adiknya yang sedang hamil, setelah diketahui oleh sunan Bejagung, maka diperintahkanlah Barat Ketigo untuk mengambil lontar dan daun waru.

Setelah itu Sunan Bejagung membuat timba/tempayan dan kemudian diisi air serta memasukkan daun waru kedalamnya. Seketika itu daun waru berubah menjadi ikan dodok. Merasa penasaran Barat Ketigo ingin menguji lagi kesaktian Sunan Bejagung, ia menggoyangkan dan merontokkan seluruh buah pohon kelapa dan buah kelapa berjatuhan semua, sunan Bejagung pun memberi nasehat dan cara mengambil buah kelapa yang benar.

Akhirnya direbahkanlah pohon kelapa dengan sebuah cangkul, setelah Barat Ketigo mengambil buah kelapa tersebut, dilepaskanlah cangkul dari pohon kelapa, dan pohon kelapa tersebut kembali tegak berdiri. Dari sinilah kekaguman dari Barat Ketigo muncul akan kesaktian Sunan Bejagung.

Karena belum puas adu kesaktian akhirnya Barat Ketigo meminum semua air kelapa dan berpura-pura masih haus, Sunan Bejagung pun mengambil buah maja dan diberikan kepada Barat Ketigo untuk meminumnya, setelah diminum air yang ada di dalam buah maja tersebut tak kunjung habis hingga Barat Ketigo Kekenyangan pun tak habis-habis.

Akhirnya barat ketigo mengaku kalah dan menyatakan menjadi santri Kanjeng Sunan Bejagung hingga ia meninggal dunia.

Setelah barat ketigo meninggal dunia ia di makamkan di perbatasan prunggahan wetan dan bejagung yang sampai sekarang disebut Makam Panjang atau Makam Patih Barat Ketigo.

Tempat sejarah yang kedua adalah Makam Dandang Wacono. Dahulu kejayaan Singosari Kadipaten Tuban ini dipimpin oleh seorang bangsawan yang bernama Dandang Wacono, tempat kadipatennya berada di daerah Banaran. Dulu Dandang Wacono di sebut sebagai KI Ageng Papringan karena Dandang Wacono telah berhasil membuka hutan bambu tersebut menjadi Pusat Pemerintahan Tuban saat itu.

Dandang Wacono memiliki dua Saudara yaitu Nyi Ageng Ngeso dan Ariyo Borgah. Dandang Wacono pun mempunyai putra yang bernama Ronggolawe.

Ronggolawe mempunyai kegigihan, ketangguhan dan kejujuran dalam membela Kerajaan Mojopahit, sehingga beliau di anugerahi jabatan sebagai patih, akan tetapi diambil alih oleh Nambi dan akhirnya Ronggolawe pun berontak pada Kerajaan Mojopahit.

Inilah sekilas legenda dari Desa Prunggahan Wetan dan beberapa tempat sejarah yang ada didalamnya yang sampai saat ini setiap hari jadi Kota Tuban, setiap Bupati yang menjabat melakukan sebuah ritual ziarah ke makam-makam Bupati terdahulu dan salah satunya berada di Desa Prunggahan Wetan ini.

Sejarah Pemerintahan Desa :

Di Desa Prunggahan Wetan Memiliki dua Dusun yaitu Dusun Banaran dan Dusun Taragan ada satu RT yang wilayahnya menjauh dari Desa Prunggahan Wetan Yaitu Dukuh Randuanakyang bisa dikatakanlokasinya mendekati dan bahkan banyak orang menyebutnya itu Wilayah Desa Bektiharjo, tetapi masih kawasan Dusun Taragan. Seiring perkembangan jaman Desa Prunggahan Wetandi pimpin oleh beberapa orang yang dipercaya oleh warga Desa dengan melalui pemilihan langsung atau yang biasa disebutdengan coblosan.

Pemimpin – pemimpin yang dimaksud diantaranya :

  • Tahun 1948-1987, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Kasmani

  • Tahun 1987-1995, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Srapan

  • Tahun 1995-2003, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Kasnawi

  • Tahun 2003-2006, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Pj. Slamet Wahyudi

  • Tahun 2007-2012, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Slamet Wahyudi

  • Tahun 2013- Sekarang, Desa Prunggahan Wetan dipimpin oleh

Hari Winarko, SH

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)