22 Maret 2020 12:39:00
Ditulis oleh Admin

Musyawarah Pemanfaatan Tanah Eks Makam Santri

Tanah eks Makam Santri di Desa Prunggahan Wetan yang sekian lama terlantar kini telah mencapai titik terang. Tanah yang terletak di Dusun Taragan tersebut rencananya akan digunakan untuk kepentingan orang banyak. "Tanah eks Makam Santri tersebut kalau kita biarkan akan tergerus air, kita akan manfaatkan untuk kemaslahatan umat", jelas Kepala Desa Prunggahan Wetan, Hari Winarko, S.H pada sambutannya saat musyawarah membahas pemanfaatan eks Makam Santri di Balai Desa Prunggahan Wetan pada Jumat kemarin (20/03/2020).

Dikarenakan pihak Desa tidak sanggup dalam hal membangun tanah tersebut, maka tanah tersebut rencananya akan dihibahkan kepada pihak ketiga, yaitu MWCNU cabang Semanding. Karena kebetulan di Semanding MWCNU belum memiliki kantor. 

Beberapa rekomendasi dari Ketua BPD, Drs.M Sugiharto diantaranya perjelas status tanah. "Perjelas status tanah, agar tidak ada masalah pada Desa dan MWCNU di kemudian hari," terangnya. "Semua prosedur harus sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, serta harus jelas apakah ini statusnya hibah atau hanya pengelolaan saja," tambahnya. Secara umum BPD mendukung dengan beberapa catatan di atas.

Hari Winarko menjelaskan bahwa status tanah tersebut adalah bukan aset desa. Kalaupun aset desa maka tanah tersebut tidak akan diberikan kepada orang lain. Bila ada pembangunan jalan pun maka harus ditukar guling dengan aset yang lainnya. Tanah ini juga bukan milik perseorangan. Tanah eks Makam Santri itu sudah tergerus air itu akan diberikan ke pihak lain sebagai hibah. " Saya yang akan bertanggungjawab dunia akhirat terhadap tanah tersebut," tegasnya. Terkait dengan proses hukum, pihaknya juga sudah melakukan kajian hukum bersama rekannya, dan tidak ada masalah. 

Setelah dibuka sesi tanya jawab maka beberapa warga Desa Prunggahan Wetan yang lain memberikan suaranya. Dari banyak suara yang masuk, hampir semuanya setuju dengan rencana Kepala Desa tersebut. Warga berpendapat bahwa jika tanah tersebut terlantar maka ketika desa ada ide untuk memanfaatkannya, maka kenapa tidak disetujui. Kalau ditarik ke utara yaitu ada Masjid Baiturrahim yang notabenenya merupakan pusat NU, jadi tidak salah jika akan dihibahkan ke pengurus NU, serta karena eks makam, maka lebih cocok disumbangkan ke NU karena hanya NU yang sanggup menguri-uri makam. Jika  NU sudah membangun di tanah yang luasnya 2555 m⊃2; ( tercantum di buku desa ) maka bisa dimanfaatkan untuk warga Desa Prunggahan Wetan maupun dari warga luar. 

Di tanah tersebut juga terdapat pohon-pohon yang ditanam oleh penggarap, maka nanti juga akan ada ganti rugi kepada pihak penggarap. Niat baik ini juga segera tercantum di Berita Acara agar memperkuat dan memperjelas maksud baik desa untuk dilaksanakan langkah-langkah selanjutnya.

( NWDH )



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus